Rabu, 08 Oktober 2014

PENDERITAAN DI KELAS D PETERNAKAN


Assalamualaikum wr wb
Dari yang saya peroleh kuliah sampai saat ini, sungguh tidak sangat ku duga, saya kira kuliah itu menyenangkan dan bisa santai-santai karena menggunakan baju bebas, pada saat aku masih sekolah di bangku SMK pada saat saya duduk di bangku sekolah smk dulu tugas-tugas gak sebanyak yang saya terima pada saat kuliah sekarang ini dan kini saya harus merubah belajar saya yang dulu pemalas harus menjadi lebih giat lagi biar cepet lulus kuliah
dan kelas saya pada kuliah ini bersebelahan dengan kandang peternakan, setiap hari tercium bau kotoran yang membuat saya menjadi risih, saya sedikit cemburu melihat kelas-kelas lain di GKB sedangkan saya di lab peternakan, saya harap kelas saya di pindah agar di GKB dan saya akan lebih konsen lagi bila saya kuliahnya di GKB
mungkin sekian dari saya, saya harap agar bisa di pindah di GKB
wasalamualaikum wr wb

PERKEMBANGAN DAN KEMAJUAN TEKNOLOGI

Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di indonesia berkembang dari tahun ke tahun sejak indonesia masih dalam penjajahan Belanda. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia pada masa penjajahan dipelopori dan diperkenalkan oleh pemerintah kolonial Belanda. Pada waktu itu masyarakat diperkenalkan pada persenjataan modern baik yang ringan maupun yang berat. Teknologi lain yang diperlihatkan dan digunakan oleh Belanda berupa kendaraan tempur dan alat-alat transportasi lainnya. Teknologi-teknologi tersebut berasal dari negara-negara di Eropa. Kemudian pemerintah kolonial Belanda menanamkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan di sekolah-sekolah maupun dengan cara penggunaan secara langsung kepada masyarakat di indonesia.
Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dari barat di Indonesia membawa dampak bagi kemajuan negara Indonesia. Masyarakat Indonesia mulai melakukan pergerkan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Di samping itu penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi di indonesia juga membawa dampak bagi semangat juang bangsa Indonesia. Mereka memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk mencari informasi-informasi terkini mengenai keadaan dunia. Oleh karena itu masyarakat Indonesia benar-benar terbantu dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
             Pada masa kolonial perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi belum begitu maksimal. Pemerintah koloniallah yang menjadi penyebab perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di indonesia. Pemerintah kolonial menghalangi akses-akses masuknya ilmu pengetahuan dan teknologi dari barat ke Indonesia. Mereka juga melakukan pelarangan terhadap pendidikan bagi masyarakat Indonesia untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi. Akibatnya indonesia tertinggal jauh dengan negara-negara di sekitarnya. Secara keseluruhan penyebab lain dari ketertinggalan Indonesia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi adalah sebagai berikut :
a. Terbatasnya jumlah orang Indonesia yang mendapat pendidikan terutama pendidikan tinggi
b. Masyarakat Indonesia jarang terlibat langsung dalam pengembangan iptek
c. Pemerintah Belanda dan perusahaan-perusahaan yang berada di indonesia untuk melakukan alih teknologi.
d. Minimnya industrialisasi.
e. Kurangnya inovasi teknologi yang berarti di dalam masyarakat indonesia sendiri.
Setelah merdeka, perkembangan ilmu pengatahuan dan teknologi berkembang pesat di Indonesia. Hal ini didorong dengan terbukanya akses-akses untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat di Indonesia. Kemerdekaan menciptakan keadilan dalam mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat di Indonesia. Mereka mempelajari sedikit demi sedikit di sekolah-sekolah yang sudah dibuka untuk semua kalangan masyarakat Indonesia. Dengan bekal pengetahuan ini kemudian masyarakat Indonesia melakukan berbagai inovasi dan eksperimen ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Pembangunan bidang iptek pada PJPT II merupakan kesinambungan perluasan dari PJPT I. Menurut GBHN 1993 sasaran pembangunan ekonomi PJPT II adalah sebagai berikut:
  1. Tercapainya kemampuan nasional dalam pemanfaatan, pengembangan, dan penguasaan iptek yang dibutuhkan bagi peningkatan kesejahteraan, kemajuan, peradaban, ketangguhan, dan daya saing bangsa.
  2. Terpacunya pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan menuju masyarakat yang berkualitas, maju, mandiri, dan sejahtera yang dilandasi nilai-nilai spiritual, moral dan etik berdasarkan nilai luhur bangsa serta nilai keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Untuk mencapai sasaran tersebut, maka arah pembangunan iptek adalah sebagai berikut:
  1. Pemanfaatan pengembangan dan penguasaannya dapat mempercepat proses pembaharuan.
  2. Meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
  3. Memperluas lapangan kerja.
  4. Meningkatkan kualitas harkat dan martabat bangsa serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Sedangkan kebijaksanaan iptek dalam Pelita VI pada PJPT II ada 5 sektor sebagai berikut.
1.      Teknik Produksi : Yaitu keseluruhan unsur yang turut berperan dalam kegiatan manusia yang menghasilkan barang dan jasa.
2.      Sektor Teknologi : Yaitu kemampuan teknologi dan rekayasa yang mendasari kemampuan bangsa Indonesia dalam melakukan inovasi.
3.      Sektor Ilmu Pengetahuan Terapan : Yaitu Ilmu pengetahun yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan manusia.
4.      Sektor Ilmu Pengetahuan Dasar : Yaitu ilmu pengetahuan yang menjadi landasan bagi pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam, Sosial, Humaniora, dan mendukung mutu SDM.
5.      Sektor Kelembagaan Iptek L: Yaitu iptek yang diarahkan untuk meningkatkan SDM agar lebih produktif, kreatif, dan inovatif.
Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia setelah merdeka terbagi menjadi dua dekade. Pada dekade pertama, yaitu tahun 1945-1960, bangsa indonesia mulai mengerti arti teknologi produksi, walaupun masih dalam tingkat pasif dan penuh ketergantunga pada pihak luar negeri. Hasil dari pengenalan ilmu pengenalan teknologi untuk pertama kali yaitu pembangunan pabrik semen di Gresik, pabrik kertas di blabak (Magelang),pabrik gelas, dan kosmetik di Surabaya di pertengahan dekade 1950an. Pada dekade ke-2 yaitu pada tahun 1976 dengan mendirikan pabrik pesawat terbang di Bandung yang di beri nama industri pesawat terbang NUR TANIO (IPTN) yang menggunakan teknologi yang lebih canggih lagi. Teknologi dari pabrik pesawat terbang ini mengacuh pada teknologi di Jerman.
Ilmu pengetahuan dan teknologi di satu sisi bermanfaat bagi manusia dan makhluk hidup lainnya, di sisi lain menimbulkan dampak negatif.
Kemajuan dan Manfaat IPTEK
1.    Limbah ternak untuk pupuk (kompos).
2.    Sampah dimanfaatkan menjadi gas bio yang berguna untuk keperluan memasak, penerangan, dan tenaga gerak.
3.    Dengan detoksifikasi surya yaitu sistim pengolahan air yang terkontaminasi dengan memanfaatkan panas matahari/ultraviolet sehingga menghasilkan air yang bersih.
4.    Dalam bidang komunikasi (radio,TV, telephone, handphone, internet) sehingga penggunaan waktu lebih efisien dan cepat mendapatkan informasi.gggg

LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Posted on October 9, 2013
LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
1. Layanan Hotspot di UMM Hotspot adalah layanan untuk akses internet secara gratis yang disediakan oleh UMM dan ditujukan kepada seluruh mahasiswa UMM menggunakan fasilitas WIFI. Syarat-syarat layanan Hotspot UMM : Mahasiswa aktif UMM. Mempunyai PIC Perpustakaan UMM. Langkah-langkah menggunakan UMM Hotspot : Aktifkan wireless pada komputer Anda di bagian network connections. Silahkan Anda ketik alamathttp://login-hotspot.umm.ac.id, maka akan ada tampilan selamat datang di UMM Hotspot. Lalu Anda pilih bahwa setuju mengikuti ketentuan yang berlaku. Selanjutnya masukkan login UMM Hotspot anda (nama dan PIC perpustakaan anda) 2. Layanan E-mail di UMM (Webmail UMM) Electronic Mail adalah salah satu aplikasi yang cukup banyak digunakan di Internet. Hal ini karena e-mail merupakan alat komunikasi yang cukup murah dan cepat. Dengan e-mail kita dapat berhubungan dengan siapa saja yang terhubung ke Internet di seluruh dunia. Konsep e-mail adalah seperti kita mengirim surat dengan media pos biasa. Langkah-langkah mendaftar e-mail di UMM : Jalankan program aplikasi browser yang anda pakai (Mozilla Firefox, Internet Explorer, Opera atau Google Chrome) dengan cara mengklik browser di desktop komputer Anda. Ketik alamat yang diinginkan yaitu http://webmail.umm.ac.id. Jika tampilan sudah sempurna, klik Daftar. Jika tampilan berikutnya sudah terbuka, Anda dapat mengisi formulir yang telah tersedia. Membaca ketentuan dan syarat registrasi, kemudian Klik disini. Isi form registrasi dengan benar. Jika data masih belum terisi maka form kembali diisi. Jika data pada form registrasi terisi dengan benar maka e-mail account Anda sudah teraktifasi. Jika Anda sudah terdaftar maka Anda tidak mendaftra kembali untuk berikutnya. Langkah-langkah membuka e-mail UMM : Jika kita telah berhasil dalam mengisikan formulir berarti kita telah berhak atas 1 e-mail UMM di webmail.umm.ac.id dan kita dapat melanjutkan proses ke proses selanjutnya. Ketiklah User 1 Data untuk identitas pribadi yang sudah Anda buat di form pendaftaran dan isikan Password atau kata kunci dalam formulir dengan benar, setelah itu klik Login. Jika proses Login sudah berhasil, kita dapat melanjutkan proses berikutnya. Kemudian akan muncul halaman baru. (Note : kapasitas message 50MB) Jika kita ingin melihat e-mail yang masuk kita dapat mengklik inbox. Kemudian klik subject e-mail yang ada pada inbox jika kita ingin melihat isi surat yang masuk. Langkah-langkah mengirim e-mail : Seperti uraian sebelumnya buka e-mail Anda yang telah terdaftar, kemudian klik Compose. Isi masing-masing form mulai dari : To : e-mail yang akan dituju Cc : copy carbon mengirim lebih dari satu tujuan Bcc : blank copy carbon mengirim lebih dari satu tujuan namun tidak dimunculkan pada si penerima, siapa saja yang ada di Bcc. Subject : judul dari isi e-mail. Message : isi pesan yang akan ditulis. Kemudian klik tombol send untu mengirim e-mail. Langkah-langkah mengirim e-mail plus attachments (lampiran) : Klik Compose. Lakukan seperti pengisian form di atas. Jika tidak ingin tembusan maka form Cc dan Bcc dapat dikosongkan. Kemudian klik Attachments (kapasitas attachments 50MB). Jika berhasil maka akan muncul tampilan browser untuk menambahkan attachments. Kemudian klik browse untuk mencari file yang akan dilampirkan (misal picture). Jika sudah menemukan file yang akan kita lampirkan kita dapat mengklik tombol open di kotak choose file. Kemudian kita klik Attach. Apabila data attachments yang diinginkan salah, maka kita menggantikannya dengan cara mengklik Remove terlebih dahulu kemudian mengulangi langkah sebelumnya. Jika kita sudah yakin gdengan lampirannya, maka kita dapat mengklik Send. 3. Layanan Blog di UMM Blog merupakan singkatan dari ”web blog” adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimulai dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. Syarat-syarat membuat Blog UMM : Terdaftar/aktif sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang. Mempunyai e-mail dengan domain webmail.umm.ac.id, misalnya user@webmail.umm.ac.id. Jika belum mempunyai e-mail dengan domain tersebut, silahkan daftar dihttp://webmail.umm.ac.id sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Selain domain di atas, Anda tidak bisa menggunakan layanan blog UMM. Untuk memulai mendaftar blog, Anda dapat mengakses alamat http://student.umm.ac.id. Jika Anda sudah berhasil mengaksesnya, maka Anda bisa melanjutkan tahap-tahap pembuatan blog sesuai dengan alurnya. 4. Layanan Administrasi Akademik Layanan yang digunakan untuk memudahkan Mahasiswa UMM dalam melakukan KRS-Online. Adapun situsnya yaituhttp://krs-online.umm.ac.id. 5. Layanan Digital Library (DIGILIB) Dalam memberikan informasi yang lebih, maka Digital Library Universitas Muhammadiyah Malang bekerjasama dengan Indonesian Digital Library (IDLN) yang didalamnya tergabung berbagai institusi baik pendidikan, pemerintah dan swasta. Adapun situs DIGILIB UMM yaitu http://digilib.umm.ac.id. 6. Layanan E-Learning di UMM ELMU (E-Learning at Muhammadiyah University of Malang) merupakan system pembelajaran elektronik berbasis web (e-learning) yang dikembangkan menggunakan platform Moodle (Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment). Menyelenggarakan perkuliahan online di ELMU sangat mudah, tidak memerlukan keahlian khusus. Cukup bias menggunakan browser internet (misalnya Internet Explorer, Mozilla Firefox, atau lainnya), maka seseorang sudah bias menerapkan pembelajaran online di ELMU. Adapun situs ELMU yaitu http://elmu.umm.ac.id. 7. Layanan Forum Diskusi di UMM Selain jaringan-jaringan yang memfasilitasi mahasiswa untuk memudahkan mendapatkan data, Universitas Muhammadiyah Malang juga mengadakan forum diskusi. Forum adalah sebuah tempat yang mewadahi orang-orang agar berkomunikasi secara masal. Misalkan Anda mendatangi suatu tempat terdapat banyak orang yang bergabung dalam kelompok-kelompok yang sedang mendiskusikan sesuatu sesuai dengan tema mereka, tetapi Anda bias bebas pergi ke sana ke mari ke kelompok yang berbeda-beda untuk bergabung atau berdiskusi tentang topic yang sedang mereka bicarakan. Adapun situs Forum Diskusi UMM adalah http://forum.umm.ac.id. Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More OCTOBER 2013 M T W T F S S « Jan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 META Register Log in Entries RSS Comments RSSWordPress.org BLOG_DOSEN Blog_Dyan (ESP Reading) 0 BLOG_MABA Blog_Dedy 0 Blog_Emi 0 Blog_Sri 0 BLOG_RESMI UMM 0 WordPress.com 0 WordPress.org 0


Sumber : http://beyarofat.wordpress.com/2014/06/19/perkembangan-dan-kemajuan-teknologi/

7 Alasan Kuliah di Fakultas Peternakan


Mengapa memilih Kuliah di Fakultas Peternakan IPB ?
Banyak sekali keunggulan  yang terdapat di Fakultas ini. Keunggulan tersebut dapat menjadi alasan mengapa Fakultas Peternakan menjadi pilihan utama untuk mendalami ilmu peternakan.

Alasan - alasan tersebut, 7 diantaranya  adalah :
  • Fakultas Peternakan IPB sangat berpengalaman dalam berkiprah di dunia pendidikan peternakan baik nasional maupun internasional
  • Fasilitas belajar yang baik untuk kuliah dan praktikum
  • Dosen yang berkualifikasi tinggi, lulusan dari dalam dan luar negeri, yang sangat kompeten dan profesional, demikian juga staff teknisi dan administrasinya
  • Gedung perkuliahan, laboratorium, dan kantor yang luas; laboratorium lapang di kampus dramaga seluas 10 Ha dan jonggol seluas 169 Ha
  • Fasilitas yang mendukung kegiatan akademik seperti hotspot area, taman untuk kuliah dan diskusi outdoor, cafetaria serta sarana prasarana kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa untuk pengembangan softskill mahasiswa terutama jiwa entrepreneurship
  • Memiliki jaringan kerjasama dengan berbagai pihak baik pemerintah maupun perusahaan swasta, dalam dan luar negeri untuk mendukung kegiatan riset, pendidikan, program beasiswa, magang, pengembangan softskill mahasiswa serta peluang kerja
  • Lulusan Fakultas Peternakan IPB terbukti menjadi alumni yang sangat kompetitif  di dunia kerja sebagai manajer, eksekutif, birokrat (penentu kebijakan), konsultan bisnis, trader (ekspor/impor ternak) dan profesional lainnya, di bidang peternakan baik pemerintah maupun swasta (perusahaan multinasional bidang perbibitan, pembesaran (penggemukan), industri pakan, pengolahan hasil ternak (daging, telur susu dan kulit) maupun bidang lain yang terkait (perbankan, retail dan LSM). Kelebihan Sarjana Peternakan juga mampu membuka usaha mandiri (wirausaha) dengan modal mikro, kecil, menengah dan besar


sumber : http://fapet.ipb.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=332

Kota Probolinggo

'''Probolinggo''' yang ada hubungannya dengan cerita kuno, yaitu jatuhnya sebuah benda bercahaya (meteor). Tempat jatuhnya benda tersebut oleh raja-raja dahulu dipilih sebagai tempat untuk mendapatkan perdamaian dan mengakhiri perselisihan.
Probo dalam bahasa Sanskerta berarti sinar, sedang Lingga berarti tanda, dalam hal ini tanda perdamaian. Dapat juga diartikan : asli atau sederhana (seperti perwujudan seluruh lambang yang sederhana).
Dengan lambang ini diharapkan jiwa nurani segenap penduduk Kota Probolinggo selalu mendapat tuntunan cahaya terang sehingga alam pikiran dan perbuatannya selalu ditujukan pada usaha tercapainya masyarakat adil makmur, sesuai dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kediaman residen Probolinggo di masa Hindia Belanda
Pada zaman Pemerintahan Prabu Radjasanagara (Sri Nata Hayam Wuruk) raja Majapahit yang ke IV (1350-1389), Probolinggo dikenal dengan nama “Banger”, nama sungai yang mengalir di tengah daerah Banger ini. Banger merupakan pedukuhan kecil di bawah pemerintahan Akuwu di Sukodono. Nama Banger dikenal dari buku Negarakertagama yang ditulis oleh Pujangga Kerajaan Majapahit yang terkenal, yaitu Prapanca.
Sejalan dengan perkembangan politik kenegaraan/kekuasaan pada zaman Kerajaan Majapahit, pemerintahan di Banger juga mengalami perubahan-perubahan/perkembangan seirama dengan perkembangan zaman. Semula merupakan pedukuhan kecil di muara kali Banger, kemudian berkembang manjadi Pakuwon yang dipimpin oleh seorang Akuwu, di bawah kekuasaan kerajaan Majapahit. Pada saat Bre Wirabumi (Minakjinggo), Raja Blambangan berkuasa, Banger yang merupakan perbatasan antara Majapahit dan Blambangan, dikuasai pula oleh Bre Wirabumi. Bahkan Banger menjadi kancah perang saudara antara Bre Wirabumi (Blambangan) dengan PrabuWikramawardhana (Majapahit) yang dikenal dengan “Perang Paregreg”. Matar Pada masa Pemerintahan VOC, setelah kompeni dapat meredakan mataram, dalam perjanjian yang dipaksakan kepada Sunan Pakubuwono II di Mataram, seluruh daerah di sebelah Timur Pasuruan (termasuk Banger) diserahkan kepada VOC pada tahun 1743. Untuk memimpin pemerintahan di Banger, pada tahun 1746 VOC mengengkat Kyai Djojolelono sebagai Bupati Pertama di Banger, dengan gelar Tumenggung. Kabupatennya terletak di Desa Kebonsari Kulon. Kyai Djojolelono adalah putera Kyai Boen Djolodrijo (Kiem Boen), Patih Pasuruan. Patihnya Bupati Pasuruan Tumenggung Wironagoro (Untung Suropati). Kompeni (VOC) terkenal dengan politik adu dombanya. Kyai Djojolelono dipengaruhi , diadu untuk menangkap/membunuh Panembahan Semeru, Patih Tengger, keturunan Untung Suropati yang turut memusuhi kompeni. Panembahan Semeru akhirnya terbunuh oleh Kyai Djojolelono. Setelah menyadari akan kekhilafannya, terpengaruh oleh politik adu domba kompeni, Kyai Djojolelono menyesali tindakannya. Kyai Djojolelono mewarisi darah ayahnya dalam menentang/melawan kompeni. Sebagai tanda sikap permusuhannya tersebut, Kyai Djojolelono kemudian menyingkir, meninggalkan istana dan jabatannya sebagai Bupati Banger pada tahun 1768, terus mengembara/lelono.
Sebagai pengganti Kyai Djojolelono, kompeni mengangkat Raden Tumenggung Djojonegoro, putra Raden Tumenggung Tjondronegoro, Bupati Surabaya ke 10 sebagai Bupati Banger kedua. Rumah kabupatennya dipindahkan ke Benteng Lama. Kompeni tetap kompeni, bukan kompeni kalau tidak adu domba. Karena politik adu domba kompeni, Kyai Djojolelono yang tetap memusuhi kompeni ditangkap oleh Tumenggung Djojonegoro. Setelah wafat, Kyai Djojolelono dimakamkan di pasarean “Sentono”, yang oleh masyarakat dianggap sebagai makam keramat.
Di bawah pimpinan Tumenggung Djojonegoro, daerah Banger tampak makin makmur, penduduk tambah banyak. Beliau juga mendirikan Masjid Jami’ (± Tahun 1770). Karena sangat disenangi masyarakat, beliau mendapat sebutan “Kanjeng Djimat”. Pada tahun 1770 nama Banger oleh Tumenggung Djojonegoro (Kanjeng Djimat) diubah menjadi “Probolinggo” (Probo : sinar, linggo : tugu, badan, tanda peringatan, tongkat). Probolinggo : sinar yang berbentuk tugu, gada, tongkat (mungkin yang dimaksud adalah meteor/bintang jatuh). Setelah wafat Kanjeng Djimat dimakamkan di pasarean belakang Masjid Jami’.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Letak Kota Probolinggo berada pada 7° 43′ 41" sampai dengan 7° 49′ 04" Lintang Selatan dan 113° 10′ sampai dengan 113° 15′ Bujur Timur dengan luas wilayah 56,667 Km². Disamping itu Kota Probolinggo merupakan daerah transit yang menghubungkan kota-kota (sebelah timur Kota) : Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, dengan kota-kota (sebelah barat Kota) : Pasuruan, Malang, Surabaya.
Adapun batas wilayah administrasi Kota Probolinggo meliputi :
1. Sebelah Utara : Selat Madura
2. Sebelah Timur : Kecamatan Dringu, Probolinggo Kabupaten Probolinggo
4. Sebelah Barat : Kecamatan Sumberasih, Probolinggo Kabupaten Probolinggo

Luas wilayah Kota Probolinggo tercatat sebesar 56.667 Km?. Secara administrasi pemerintahan Kota Probolinggo terbagi dalam 5 (lima) Kecamatan dan 29 Kelurahan yang terdiri dari Kecamatan Mayangan terdapat 5 Kelurahan, Kecamatan Kademangan terdapat 6 Kelurahan, Kecamatan Wonoasih terdapat 6 Kelurahan, Kecamatan Kedopok terdapat 6 Kelurahan, dan Kecamatan Kanigaran terdapat 6 Kelurahan . [2]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Pada umumnya wilayah Kota Probolinggo beriklim tropis dengan rata-rata curah hujan mencapai + 961 millimeter dengan jumlah hari hujan mencapai 55 hari. Curah hujan tertinggi pada umumnya terjadi pada bulan Desember, sedangkan hujan terendah terjadi pada bulan Agustus. Temperatur rata-rata terendah mencapai 26 °C dan tertinggi mencapai 32 °C.
Kota Probolinggo mempunyai perubahan iklim sebanyak 2 musim setiap tahunnya, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Pada kondisi normal, musim penghujan berada pada bulan Nopember hingga April, sedangkan musim kemarau berada pada bulan Mei hingga Oktober setiap tahunnya. Jumlah curah hujan pada tahun 2008 dari hasil pemantauan pada 4 stasiun pengamatan hujan yang ada di Kota Probolinggo, rata – rata tercatat sebesar 1.072 mm dan hari hujan sebanyak 63 hari. Apabila dibandingkan dengan rata-rata curah hujan tahun 2007 sebesar 1.368 mm dengan 74 hari hujan, maka kondisi tahun 2008 lebih kering dibandingkan tahun 2008, dimana curah hujan per hari pada tahun 2008 sebesar 3,75 mm/hari, sedangkan curah hujan per hari pada tahun 2008 sebesar 2,94 mm/hari. Curah hujan terlebat terjadi pada bulan Pebruari dan Maret rata-rata sebesar 19,84 mm per hari. Selain itu pada bulan Juli sampai dengan September di Kota Probolinggo terdapat angin kering yang bertiup cukup kencang (kecepatan dapat mencapai 81 km/jam) dari arah tenggara ke barat laut, angin ini populer dengan sebutan ”Angin Gending” .[3]

Tata Ruang[sunting | sunting sumber]

Meskipun merupakan wilayah perkotaan, pola penggunaan tanah di Kota Probolinggo ternyata masih terdapat lahan sawah seluas 1.967,70 hektare (21 %), lahan bukan sawah seluas 3.699,00 hektare (39,5 %). Lahan bukan sawah terbagi atas lahan kering 3.595,00 hektare (38,4 %) dan lahan lainnya (tambak) seluas 104 hektare (1,11%).Melihat potensi dan pemanfaatan wilayah demikian itu, banyak alternatif yang bisa dipilih untuk mengoptimalkan pemanfaatan dan pemberdayaan potensi daerah kota, guna mewujudkan visi Kota Probolinggo sebagai kota tujuan investasi yang perspektif, kondusif dan partisipatif.

Topografi[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kota Probolinggo terletak pada ketinggian 0 sampai kurang dari 50 meter dia atas permukaan air laut. Apabila ketinggian tersebut dikelompokkan atas; ketinggian 0 -10 meter, ketinggian 10 -25 meter, ketinggian 25 -50 meter. Semakin ke wilayah selatan, ketinggian dari permukaan laut semakin besar. Namun seluruh wilayah Kota Probolinggo relatif berlereng (0 – 2%). Hal ini mengakibatkan masalah erosi tanah dan genangan cenderung terjadi di daerah ini.

Karakteristik Sosial[sunting | sunting sumber]

Karakteristik sosial ini penduduk Kota Probolinggo dapat dilihat dari segi etnik dan budaya masyarakatnya. Masyarakat Probolinggo dilihat dari sosial budaya sebagian berasal dari budaya agraris (petani dan nelayan) dan berkembang menjadi masyarakat urbanis. Sedangkan ditinjau dari suku, sebagian besar merupakan Suku Jawadan Suku Madura yang terkenal ulet, lugas, terbuka, dan kuat dalam mengarungi kehidupan (berjiwa wiraswasta tinggi). Selain itu perpaduan masyarakat dan budaya yang masih asli dicerminkan dengan gotong royong, dan adat budaya khas, serta diwarnai dengan unsur Islam. Hal ini dapat dipandang sebagai potensi masyarakat sehingga menjadi modal dalam peningkatan sumber daya manusia sehingga terbentuk suatu masyarakat yang handal dan berkembang dan mudah tanggap terhadap kemajuan. Lebih dari itu potensi potensi yang ada menjadikan ketahanan sosial masyarakat akan mampu menangkal dan menyaring kemungkinan adanya pengaruh budaya luar yang negatif.
Salah satu wujud kekhasan budaya masyarakat ialah lahirnya seni budaya khas daerah seperti seni tari, seni suara, seni musik dan seni rupa. Hal ini selain memperkuat budaya masyarakat juga menjadi aset yang bisa dikembangkan untuk wisata maupun industri.[4]

Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Sungai-sungai utama yang terdapat di Kota Probolinggo adalah Sungai Kedunggaleng, Umbul, Banger, Legundi, Kasbah dan Pancur. Dengan rata-rata panjang aliran sungai mencapai 4.94 km, yang terpanjang alirannya adalah Sungai Banger dengan panjang aliran mencapai 6.40 km dan yang terpendek alirannya adalah Sungai Pancur dengan aliran hanya 3.20 km. Sungai tersebut mengalir sepanjang tahun dari arah selatan ke utara sesuai dengan kelerengan wilayah. Air sungai dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian dan perikanan, hal ini dimungkinkan karena sungai tersebut belum tercemar oleh industri-industri besar yang memang tidak terdapat di Kota Probolinggo.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Dari piramida penduduk Kota Probolinggo tahun 2006 terlihat bahwa jumlah penduduk usia produktif 18 tahun keatas yang berjumlah 124.413 jiwa (66,61%) dibandingkan dengan jumlah penduduk usia non produktif . Dari gambaran ini terlihat bahwa Kota Probolinggo memiliki potensi SDM yang memadai karena jumlah usia produktif yang ada cukup besar. Penduduk usia produktif sebagai angkatan kerja merupakan salah satu modal dalam pelaksanaan pembangunan.
Jumlah penduduk Kota Probolinggo berdasarkan Pencocokan dan Penelitian(Coklit) oleh Badan Kependudukan, Catatan Sipil dan Keluarga Berencana pada tahun 2008 adalah sebesar 216.833 jiwa dengan komposisi penduduk laki-laki sebanyak 107.569 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 109.264 jiwa. Data ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk laki-laki dan tingkat kepadatan penduduk Kota Probolinggo mencapai 3.813 jiwa setiap 1 km². Kondisi tenaga kerja di Kota Probolinggo tahun 2008 meliputi Angkatan Kerja sebanyak 13.195 orang. Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja Kota Probolinggo, pencari kerja terdaftar 13.195 orang, berhasil ditempatkan 912 orang, pencari kerja yang tidak melapor 538 orang, sehingga jumlah pencari kerja yang masih terdaftar hingga akhir tahun 2008 sebesar 11.745 orang. Berdasarkan tingkat pendidikan, 11.059 orang atau 83,81% pencari kerja yang terdaftar berpendidikan minimal SLTA.[5]

Pedologi[sunting | sunting sumber]

Jenis tanah penting diketahui terutama dalam usaha pengembangan pertanian. Jenis tanah di wilayah Kota Probolinggo terdiri dari Alluvial, Mediteran, dan Regosol. Jenis tanah alluvial regosol terdapat pada daerah paling utara yaitu daerah pantai. Alluvial kelabu tua pada bagian tengah ke utara. Jenis tanah yang terluas di wilayah Kota Probolinggo adalah alluvial coklat keabuan, yaitu dari bagian tengah hingga selatan kota. Jenis tanah regosol coklat terdapat sebagian kecil di bagian timur kota, sedangkan kompleks grumosol hitam dan litosol pada bagian barat daya kota. Jenis tanah aluvial (63.98%) merupakan tanah yang sangat baik untuk usaha pertanian, karena tersedia cukup mineral yang diperlukan untuk tumbuh-tumbuhan. Demikian pula jika digunakan untuk bangunan, jenis tanah ini mempunyai daya tahan yang kuat karena merupakan endapan tanah liat yang bercampur pasir halus. Jenis tanah grumosol (4.82%) sifat tanahnya mudah longsor dan memiliki drainase buruk. Dengan demikian, tentunya jenis tanah ini kurang baik guna didirikan bangunan karena selalu terancam bahaya. Jenis tanah Mediteran (31.20%) merupakan jenis tanah yang memiliki karakteristik tahan menahan.
Kemampuan tanah suatu wilayah perlu ditinjau mengenai kedalaman efektif tanah, tesktur tanah, drainase, dan faktor pembatasnya.
1. Kedalaman efektif
Kedalaman efektif merupakan kedalaman tanah dimana perakaran tanaman masih bisa tumbuh denga baik. Kedalaman tanah di wilayah Kota Probolinggo adalah lebih dari 90 cm.
2. Tekstur Tanah
Tesktur tanah adalah perbandingan partikel liat, debu dan pasir yang terdapat pada suatu gumpalan tanah. Data mengenai tekstur tanah yang diperoleh adalah tekstur tanah pada kedalaman 20 cm. Tekstur tanah secara umum diklasifikasikan dalam 3 kelas, yaitu halus, sedang dan kasar. Tekstur tanah di Kota Probolinggo terdiri dari tekstur halus dan sedang. Tanah bertekstur halus terdapat di wilayah bagian Utara, sedangkan tanah bertekstur sedang terdapat di bagian wilayah lainnya. Luas tanah bertekstur halus ialah 3.816 Ha (67,35% dari luas wilayah), sedang tanah bertekstur sedang ialah 1.849,93 Ha (32,65% luas wilayah). Tanah pertanian, tanah bertekstur sedang merupakan tanah yang paling mudah pengolahannya.
3. Drainase
Drainase yang dimaksud adalah kemampuan permukaan tanah untuk merembeskan air secara alami. Keadaan drainase tanah dikelompokkan atas 3 kelas, yaitu drainase baik/tidak pernah tergenang, tergenang periodik, dan drainase tergenang terus-menerus. Sebagian besar wilayah Kota Probolinggo berdrainse cukup baik/tidak pernah tergenang. Drainase tergenang periodik terdapat di dekat pantai dan beberapa kawasan di daerah tengah. Areal persawahan dan tambak dimasukkan pada tanah berdrainase baik. Berdasarkan tabel 2.4, hanya 52,5 Ha (0.93%) tanah berdrainase tergenang periodik dan terus-menerus. Tanah tergenang periodik tersebut diakibatkan oleh keadaan pasang surut air laut. Keadaan tanah yang sebagian besar berdrainase baik, tentunya menguntungkan dalam pengembangan fisik kota.[6]

Pembagian Administratif[sunting | sunting sumber]

Kota Probolinggo terdiri atas 5 Kecamatan, yaitu KademanganMayanganKanigaranWonoasih dan Kedopok

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Probolinggo berada di jalur utama Surabaya-Banyuwangi. Probolinggo dapat ditempuh dari Surabaya menggunakan bus dalam waktu 2,5 jam. Kota ini juga terdapatstasiun kereta api lintas timur Surabaya-Jember-Banyuwangi. Kereta api yang singgah di Probolinggo diantaranya: KA Eksekutif-Bisnis Mutiara Timur (Surabaya-Banyuwangi-Denpasar), KA Ekonomi AC Logawa (Purwokerto-Surabaya-Jember), KA Ekonomi AC Sri Tanjung (Yogyakarta-Surabaya-Banyuwangi), KA Ekonomi AC Tawang Alun (Malang - Probolinggo - Banyuwangi) dan KA Ekonomi AC Probowangi (Probolinggo - Jember - Banyuwangi).

Transportasi dalam Kota[sunting | sunting sumber]

  • Angkutan Umum/Lin, menghubungkan sebagian besar jalur-jalur utama dalam Kota Probolinggo. Transportasi massal ini berupa mobil berwarna kunig. Tarif rata-rata Rp 4000 untuk umum dan Rp 3000 untuk pelajar.
  • Bison/MPU, menghubungkan hanya beberapa daerah yang dilewati jalan antar kota, seperti, Sumbertaman, Pabean dan Sukoharjo. Tarif rata-rata Rp 3000. Transportasi berupa mobil yang berukuran besar.
  • Bus Kota, hanya mengubungkan daerah yang dilewati jalur antar kota. Berupa bus yang berukuran sedang dan kecil.
  • Becak, tarif rata-rata di kota Probolinggo adalah Rp 5000/km.
  • Ojek, hanya beberapa daerah saja yang ada penarik ojek. Sebagian besar di daerah terminal. Transportasi ini berupa kendaraan sepeda motor.

Obyek Wisata[sunting | sunting sumber]

Probolinggo dikenal sebagai kota singgah dalam perjalanan pariwisata menuju Gunung Bromo. Secara umum Probolinggo dijangkau oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara melalui Surabaya dengan menggunakan kendaraan umum seperti bus maupun kereta api. Adapun obyek wisata dalam kota sebagai berikut:
  1. TWSL. Taman Wisata Studi Lingkungan. Berupa kebun binatang mini yang berada di daerah Mangunharjo. Satwa yang ada dalam kebun binatang ini cukup beragam. Kini, TWSL terus dikembangkan. Biaya masuk hanya Rp 3000/orang untuk dewasa dan Rp 2000 untuk anak-anak.
  2. Pelabuhan Tanjung Tembaga dan Pelelangan Ikan. Masyarakat kota Probolinggo sering berwisata ke Pelabuhan Tanjung Tembaga dan Pelelangan Ikan. Walaupun sebenarnya bukan sebuah obyek wisata, tetapi pemandangan dan suasana yang disajikan cukup bagus. Tarif masuk hanya dikenakan terhadap kendaraan bermotor. Untuk Sepeda Motor sebesar Rp 1000 dan Mobil Rp 2000.
  3. Alun-Alun. Alun-Alun merupakan pusat kota Probolinggo. Terdapat beberapa bangunan penting mengelilingi alun-alun tersebut, seperti, Perpustakaanl, Penjara, Masjid, Kantor DPRD, dan Stasiun. Di sekitar alun-alun juga terdapat banyak penjual makanan dan minuman (semacam pusat jajanan). Terutama setiap minggu, diadakan pasar di alun-alun kota ini, menjual makanan dan berbagai tumbuh-tumbuhan. Tidak dikenakan biaya untuk masuk alun-alun.
  4. Taman Manula adalah taman rekreasi terletak di jalan Soekarno Hatta yang menyediakan fasilitas HotSPot gratis dan juga fasilitas Massage relaksasi.
  5. Museum Probolinggo dirintis sejak tahun 2009 dengan mengumpulkan sejumlah bukti-bukti. Misalnya bangunan, pusaka dan foto-foto kuno. Setelah tim museum terbentuk, akhirnya memburu dan mengumpulkan sejumlah bukti sejarah Probolinggo.Sebanyak 140 koleksi Museum Probolinggo terdiri dari temuan Arkeologi, Etnografi, Nomismatik (Uang), Filologi, Keramik Arkelogi, Pusaka, Alat Transportasi dan foto-foto masa lalu

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Sekolah Dasar[sunting | sunting sumber]

Terdapat banyak sekolah dasar di Kota Probolinggo. Biasanya didasarkan pada kelurahan masing-masing. seperti SDN Bremi 1
Sekolah yang paling terkenal di Kota Probolinggo: SDK Mater Dei, SDN Sukabumi 2 Probolinggo (RSBI), SDN Sukoharjo 1 Probolinggo (SSN), SDN Tisnonegaran 2 Probolinggo (SBM),dan SDN Mangunharjo I Probolinggo.

Radio[sunting | sunting sumber]

  1. Radio Probolinggo Suara Andhika (PROSAFM) 105.7 MHz Klik http://prosafm.net
  2. Suara Kota FM 101.7 Hz
  3. Angkasa Jaya FM 95.00 Hz
  4. Radio Probolinggo PT Radio Emdi FM 93.00 MHz http://radioemdi.com Streaming on Blackberry

Televisi[sunting | sunting sumber]

  1. Probolinggo Metropolitan Televisi (Probolinggo MTV) Saluran 40 UHF mulai Februari 2015 dapat di Jabodetabek
  2. Cakrawala Televisi Probolinggo (C-TV Probolinggo) Saluran 47 UHF mulai Januari 2015
  3. O Channel Probolinggo Saluran 33 UHF
  4. Kompas TV Probolinggo Saluran 29 UHF
  5. NET. Probolinggo Saluran 31 UHF
  6. probolinggo tv

Buah dari Probolinggo[sunting | sunting sumber]

Buah yang terkenal dari kota Probolinggo adalah buah mangga dan anggur. Berbagai macam buah mangga yang terdapat di kota Probolinggo misalnya, mangga manalagimangga arum manismangga gadung, dan lain-lain.

Walikota[sunting | sumber]

Berikut adalah daftar walikota Probolinggo sejak tahun 1929:
  • Ferdinand Edmond Meijer (1929-1937)
  • L.A. de Graaff (1937-1940)
  • L. NoĆ« (1940-1942)
  • R. Soedono (1943-1945)
  • Gatot (1950-1959)
  • Nurudin Madhar Iljas (1959-1961)
  • Soendaroe Prawiro Adiredjo (1961-1965)
  • Sawal Sastrosoemarto (1965-1966)
  • M. Soeparto (1966-1967)
  • Asdiroen Wirjokoesoemo (1967-1968)
  • Soenarto S. (1968-1970)
  • Drs. Harto Harjono (1970-1980)
  • Drs. Soesanto Hariasmoro (1980-1981)
  • R. Djoewito Moeljodisastro, SH (1981-1985)
  • Drs. Latief Anwar (1985-1990)
  • Sarwanto (1990-1992)
  • H. Soeprapto (1993-1998)
  • Drs. H. Banadi Eko, MSi (1998-2004)
  • H.M. Buchori (2004-2014)
  • Rukmini Buchori (2014- kini

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Probolinggo